Mengenal Lebih Dekat Hari Raya Galungan dan Kuningan
11 September 2025 270x Blog
Sewa hiace luxury bali – Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah dua hari besar umat Hindu di Bali yang punya makna sangat penting. Kedua hari raya ini selalu dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali. Galungan jatuh pada hari Rabu atau Buda Kliwon Dungulan, sedangkan Kuningan jatuh sepuluh hari setelahnya, tepatnya pada Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Walaupun waktunya berbeda, keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

Hari Raya Galungan biasanya dihubungkan dengan kemenangan dharma atau kebenaran melawan adharma atau keburukan. Sedangkan Hari Raya Kuningan diyakini sebagai hari ketika Ida Sang Hyang Widhi turun ke bumi bersama para dewa dan leluhur, memberikan anugerah dan energi suci kepada umatnya.
Kalau kamu berkunjung ke Bali saat Galungan, suasananya akan terasa sangat meriah. Hampir setiap rumah dihiasi dengan penjor, bambu tinggi yang ujungnya melengkung dan penuh dengan hiasan janur serta hasil bumi. Umat Hindu juga melakukan berbagai persembahan untuk berterima kasih kepada Sang Hyang Widhi atas ciptaan dan berkah yang sudah diberikan.
Makna Hari Raya Galungan
Menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Galungan adalah simbol kemenangan kebaikan atas keburukan. Kisah yang sering dikaitkan dengan hari ini adalah peperangan antara Bhatara Indra yang melambangkan dharma melawan Mayadenawa yang melambangkan adharma. Pertarungan itu dimenangkan oleh Bhatara Indra sebagai lambang kebenaran yang akhirnya menundukkan keangkaramurkaan.
Bagi umat Hindu, Galungan juga menjadi momen untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu yang bisa merusak ketentraman batin. Ada istilah Kalatiga yang menggambarkan tiga jenis nafsu yang harus dikendalikan:
Kala Amangkurat yaitu nafsu ingin berkuasa dan serakah demi mempertahankan kedudukan, meski harus menyalahi kebenaran.
Kala Dungulan yaitu nafsu untuk mengalahkan semua pihak, termasuk kerabat atau orang lain.
Kala Galungan yaitu nafsu untuk menang dengan cara apapun tanpa memperhatikan etika agama.
Selain itu ada juga sad ripu atau tujuh musuh dalam diri manusia seperti kama (nafsu), kroda (amarah), mada (keserakahan), dan irsya (iri hati). Galungan mengajarkan agar manusia mampu mengendalikan semua musuh itu supaya hidup bisa lebih damai.
Makna Hari Raya Kuningan
Hari Raya Kuningan jatuh sepuluh hari setelah Galungan. Pada hari ini dipercaya Ida Sang Hyang Widhi turun ke bumi bersama para dewa dan leluhur hingga tengah hari. Energi suci yang turun semakin kuat dari pagi hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 12 siang.
Pada Kuningan, umat Hindu melakukan sembahyang dengan penuh bakti, memohon keselamatan, perlindungan, ketentraman, dan juga pengetahuan dharma. Ada harapan bahwa melalui momen ini manusia bisa mendapatkan pencerahan lahir batin.
Tradisi Galungan dan Kuningan di Bali
Setiap kali Galungan dan Kuningan, ada berbagai tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual, tapi juga simbol kebersamaan dan wujud rasa syukur. Beberapa di antaranya
Mapeed
Tradisi berjalan beriringan sambil membawa sesajen atau keben bambu menuju pura desa. Isinya bisa berupa buah, jajanan, canang, sampai janur yang indah.
Ngejot
Membagikan makanan kepada sesama, baik Hindu maupun non-Hindu. Makanan ini biasanya berasal dari sesajen setelah persembahyangan.
Penjor
Hiasan bambu tinggi dengan janur dan hasil bumi yang dipasang di depan rumah. Penjor melambangkan kemenangan, kemakmuran, serta rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi.
Ngelawang Barong
Tradisi mengarak barong bangkal berkeliling desa, masuk ke rumah warga maupun banjar.
Ngelawar
Membuat masakan lawar dari sayur dan daging yang dibumbui khas Bali. Tradisi ini melambangkan kebersamaan dan selalu hadir saat Galungan.
Nasi Sodan Kuningan
Pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu membuat sesajen nasi sodan berwarna kuning. Sajian ini melambangkan terjadinya pertemuan Purusa dan Pradana, yang dipercaya bisa menciptakan kehidupan baru.
Hari Raya Galungan dan Kuningan bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tapi juga menjadi momen penting untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi, mempererat hubungan keluarga, serta menjaga kebersamaan antar umat. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini menjadikan Bali semakin kaya dengan nilai budaya dan spiritualitas yang unik.
Kalau kamu berencana liburan ke Bali dan ingin merasakan suasana Galungan atau Kuningan secara langsung, tentu akan lebih menyenangkan jika perjalananmu lancar tanpa repot soal transportasi. Untuk itu, kamu bisa menggunakan Travely, layanan sewa hiace Bali terlengkap yang siap menemani perjalananmu dengan nyaman.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Paket Wisata Pantai Bali dengan Hiace Menjelajahi Pasir Putih Pulau Dewata
Harga sewa hiace di bali – Bali dikenal sebagai surga wisata yang menawarkan keindahan alam luar biasa, terutama pantainya yang memikat. Mulai dari pasir putih yang lembut hingga air laut biru yang jernih, setiap pantai di Bali memiliki pesona unik yang sayang untuk dilewatkan. Bagi Anda yang ingin menjelajahi berbagai pantai di Bali dengan nyaman,... selengkapnya
Pantai Suluban, Surga Tersembunyi di Balik Tebing Bali
Harga sewa hiace di bali – Bali itu memang surganya pantai, ya. Ada banyak banget pantai keren yang sering kita dengar, kayak Kuta, Sanur, atau Seminyak. Tapi, Bali juga punya banyak pantai tersembunyi yang nggak kalah cantik, salah satunya Pantai Suluban. Pantai ini lokasinya di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Nggak jauh..... selengkapnya
Liburan Seru ke Pantai Kuta Bali
Harga sewa hiace di bali – Kalau mendengar kata Bali, kebanyakan orang langsung membayangkan pantai pasir putih yang cantik. Salah satu yang paling terkenal tentu saja Pantai Kuta. Banyak orang datang ke Bali dengan tujuan utama mengunjungi pantai ini. Kalau kamu menemukan halaman ini, berarti kamu sedang mencari informasi tentang Pantai Kuta Bali. Jad... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
081999933414 -
Whatsapp
081999933414 -
Email
sewahiacebali@gmail.com

Belum ada komentar