Hotline 081999933414
Informasi lebih lanjut?
Home » Blog » Mengenal Lebih Dekat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Sewa hiace luxury bali – Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah dua hari besar umat Hindu di Bali yang punya makna sangat penting. Kedua hari raya ini selalu dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali. Galungan jatuh pada hari Rabu atau Buda Kliwon Dungulan, sedangkan Kuningan jatuh sepuluh hari setelahnya, tepatnya pada Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Walaupun waktunya berbeda, keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

Hari Raya Galungan biasanya dihubungkan dengan kemenangan dharma atau kebenaran melawan adharma atau keburukan. Sedangkan Hari Raya Kuningan diyakini sebagai hari ketika Ida Sang Hyang Widhi turun ke bumi bersama para dewa dan leluhur, memberikan anugerah dan energi suci kepada umatnya.

Kalau kamu berkunjung ke Bali saat Galungan, suasananya akan terasa sangat meriah. Hampir setiap rumah dihiasi dengan penjor, bambu tinggi yang ujungnya melengkung dan penuh dengan hiasan janur serta hasil bumi. Umat Hindu juga melakukan berbagai persembahan untuk berterima kasih kepada Sang Hyang Widhi atas ciptaan dan berkah yang sudah diberikan.

Makna Hari Raya Galungan

Menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Galungan adalah simbol kemenangan kebaikan atas keburukan. Kisah yang sering dikaitkan dengan hari ini adalah peperangan antara Bhatara Indra yang melambangkan dharma melawan Mayadenawa yang melambangkan adharma. Pertarungan itu dimenangkan oleh Bhatara Indra sebagai lambang kebenaran yang akhirnya menundukkan keangkaramurkaan.

Bagi umat Hindu, Galungan juga menjadi momen untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu yang bisa merusak ketentraman batin. Ada istilah Kalatiga yang menggambarkan tiga jenis nafsu yang harus dikendalikan:

Kala Amangkurat yaitu nafsu ingin berkuasa dan serakah demi mempertahankan kedudukan, meski harus menyalahi kebenaran.

Kala Dungulan yaitu nafsu untuk mengalahkan semua pihak, termasuk kerabat atau orang lain.

Kala Galungan yaitu nafsu untuk menang dengan cara apapun tanpa memperhatikan etika agama.

Selain itu ada juga sad ripu atau tujuh musuh dalam diri manusia seperti kama (nafsu), kroda (amarah), mada (keserakahan), dan irsya (iri hati). Galungan mengajarkan agar manusia mampu mengendalikan semua musuh itu supaya hidup bisa lebih damai.

Makna Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan jatuh sepuluh hari setelah Galungan. Pada hari ini dipercaya Ida Sang Hyang Widhi turun ke bumi bersama para dewa dan leluhur hingga tengah hari. Energi suci yang turun semakin kuat dari pagi hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 12 siang.

Pada Kuningan, umat Hindu melakukan sembahyang dengan penuh bakti, memohon keselamatan, perlindungan, ketentraman, dan juga pengetahuan dharma. Ada harapan bahwa melalui momen ini manusia bisa mendapatkan pencerahan lahir batin.

Tradisi Galungan dan Kuningan di Bali

Setiap kali Galungan dan Kuningan, ada berbagai tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual, tapi juga simbol kebersamaan dan wujud rasa syukur. Beberapa di antaranya

Mapeed

Tradisi berjalan beriringan sambil membawa sesajen atau keben bambu menuju pura desa. Isinya bisa berupa buah, jajanan, canang, sampai janur yang indah.

Ngejot

Membagikan makanan kepada sesama, baik Hindu maupun non-Hindu. Makanan ini biasanya berasal dari sesajen setelah persembahyangan.

Penjor

Hiasan bambu tinggi dengan janur dan hasil bumi yang dipasang di depan rumah. Penjor melambangkan kemenangan, kemakmuran, serta rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi.

Ngelawang Barong

Tradisi mengarak barong bangkal berkeliling desa, masuk ke rumah warga maupun banjar.

Ngelawar

Membuat masakan lawar dari sayur dan daging yang dibumbui khas Bali. Tradisi ini melambangkan kebersamaan dan selalu hadir saat Galungan.

Nasi Sodan Kuningan

Pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu membuat sesajen nasi sodan berwarna kuning. Sajian ini melambangkan terjadinya pertemuan Purusa dan Pradana, yang dipercaya bisa menciptakan kehidupan baru.

Hari Raya Galungan dan Kuningan bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tapi juga menjadi momen penting untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi, mempererat hubungan keluarga, serta menjaga kebersamaan antar umat. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini menjadikan Bali semakin kaya dengan nilai budaya dan spiritualitas yang unik.

Kalau kamu berencana liburan ke Bali dan ingin merasakan suasana Galungan atau Kuningan secara langsung, tentu akan lebih menyenangkan jika perjalananmu lancar tanpa repot soal transportasi. Untuk itu, kamu bisa menggunakan Travely, layanan sewa hiace Bali terlengkap yang siap menemani perjalananmu dengan nyaman.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

RIUG Paragliding, Wisata Paralayang Bali yang Aman dan Menyenangkan

29 August 2025 204x Blog

Sewa hiace bali – Pernahkah kamu melihat orang terbang menggunakan parasut dari atas bukit? Mereka melayang di udara, menikmati pemandangan luas sambil merasakan hembusan angin. Nah, kegiatan ini disebut paralayang atau paragliding. Di Bali sendiri, kamu bisa menemukan pengalaman seru ini di RIUG Paragliding yang ada di kawasan Nusa Dua. Tempat ini sek... selengkapnya

Menjelajahi Desa Adat di Bali Keunikan Budaya yang Masih Terjaga

14 March 2025 154x Blog

Sewa hiace luxury bali – Bali bukan hanya dikenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga dengan kearifan lokal yang masih terjaga dalam desa-desa adatnya. Berbagai desa adat di Bali masih mempertahankan tradisi dan budaya leluhur yang khas, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana autentik Pulau Dewata. Mengunjungi ... selengkapnya

Liburan ke Pantai Green Bowl Bali Surga Tersembunyi yang Tenang dan Alami

28 July 2025 146x Blog

Sewa hiace luxury bali – Bali memang nggak pernah kehabisan tempat indah buat dieksplorasi. Salah satu yang mulai banyak dilirik wisatawan tapi masih belum terlalu ramai adalah Pantai Green Bowl. Lokasinya ada di Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Meskipun namanya belum setenar Kuta atau Seminyak, tapi pantai ini punya daya tarik sendir... selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.